Cerita Dongeng
Harapan
Pangeran
Oleh Muhammad
Irsyad Hamid Nugroho
Pada suatu hari, hiduplah
seorang Pangeran tampan yang sedang duduk di bawah pohon. Pangeran tersebut
sangat menyukai hewan-hewan di sekitar Kerajaan Nedusem milik Ayahnya. Pangeran
tersebut bernama Diky.
Setelah wafatnya Ibu Pangeran
Diky, Pangeran Diky menjadi kesepian di Kerajaan Nedusem. Biasanya, Pangeran
Diky selalu berbincang-bincang dengan ibunya di taman kerajaan. Kesedihan dari
Pangeran Diky dilihat oleh Raja Kerajaan Nedusem yaitu Raja Alokris. Raja
Alokris pun berencana untuk menikahkan anaknya Pangeran Diky dengan seorang
gadis dari Kerajaan Arukah yang bernama Putri Della.
“Diky, apa tidak sebaiknya kamu
menikah agar kamu tidak kesepian?” tutur Raja Alokris.
“Aku merasa belum siap Yah untuk
menikah,” jawab Pangeran Diky.
“Memangnya kenapa, kamu itu kan
sudah besar. Ayah punya kenalan Raja dari Kerajaan Arukah namanya Raja Surya.
Ia memiliki seorang gadis cantik yang bernama Putri Della. Ayah berharap kamu
dapat menikah dengan Putri Della, karena dengan menikahnya kamu dengan Putri
Della, kita bisa mempererat hubungan antara Kerajaan Nedusem dengan Kerajaan
Arukah,” tutur Raja Alokris pada Pangeran Diky.
“Sudahlah, Yah, aku ini kan
sudah besar, jadi tidak perlu yang namanya jodoh-jodohan,” jawab Pangeran Diky.
“Cukup, Diky. Ayah ingin kamu
tetap harus menikah dengan anak dari Raja Surya,” paksa Raja Alokris pada
Pangeran Diky.
Pangeran Diky akhirnya
mengikuti saran dari ayahnya Raja Alokris. Pangeran juga tidak bisa berkata
apa-apa karena Ia sendiri pun juga perlu pendamping agar Ia tidak kesepian.
Keesokan harinya, Raja Alokris,
Pangeran Diky, dan seluruh anggota kerajaan pergi menuju ke Kerajaan Arukah.
Sesampainya di Kerajaan Arukah,
Raja Alokris, Pangeran Diky, dan seluruh anggota Kerajaan Nedusem disambut oleh
para permaisuri dan tidak ketinggalan yaitu Raja Kerajaan Arukah yaitu Raja
Surya. Raja Surya sudah tahu tentang kedatangan dari Raja Alokris karena
sebelumnya salah satu prajurit dari Kerajaan Nedusem telah mengirimkan surat
lewat burung merpati menuju ke Kerajaan Arukah.
Setelah acara penyambutan
selesai, Putri Della pun keluar dari kamarnya dengan seorang gadis cantik.
Gadis yang mendampingi Putri Della merupakan anak kedua dari Raja Surya. Gadis
tersebut bernama Putri Dena.
Saat Putri Della menghampiri
Pangeran Diky, Pangeran Diky justru tidak memandang Putri Della tetapi Ia
justru memandang Putri Dena.
“Diky, ini adalah Putri Della,
anak dari Raja Surya,” tutur Raja Alokris kepada Pangeran Diky.
“Perkenalkan ini adalah Putri
Della anak saya yang pertama. Dan disebelahnya ini adalah Putri Dena anak kedua
saya,” tutur Raja Surya kepada Raja Alokris dan Pangeran Diky.
Pada saat diperkenalkan,
Pangeran Diky terus saja memandang Putri Dena anak kedua dari Raja Surya.
Sampai-sampai membuat Putri Della menjadi kecewa dengan Pangeran Diky. Tetapi,
Putri Della tetap memberanikan diri untuk berkenalan dengan Pangeran Diky
“Perkenalkan saya Putri Della
anak pertama dari Raja Surya,” tutur Putri Della.
“Diky, itu Putri Della sedang
berbicara dengan kamu,” sahut Raja Alokris.
“Sepertinya aku lebih baik
menikah dengan Putri Dena saja, Yah,” jawab Pangeran Diky.
“Tidak bisa seperti itu, anak
pertama saya adalah Putri Della bukan Putri Dena. Jadi Pangeran Diky harus
menikah dengan anak pertama saya dulu,” sahut Raja Surya dengan raut muka marah.
“Betul itu, Diky. Dalam
peraturan Kerajaan anak pertama dulu yang harus menikah,” tutur Raja Alokris
kepada Pangeran Diky.
Setelah mendengar pembicaraan
tersebut Putri Della akhirnya pergi meninggalkan ruang kerajaan menuju ke
kamarnya. Putri Dena merasa tidak enak dengan kakaknya Putri Della. Sesaat
kondisi ruang Kerajaan Arukah yang tadinya kesenangan menjadi kegelisahan dan
kesedihan.
“Maaf Pangeran, saya itu merupakan
anak kedua dari Ayah saya. Jadi yang harus menikah terlebih dahulu itu adalah
kakak saya bukan saya,” tutur Putri Dena.
“Tetapi saya sangat menyukai
kamu wahai Putri Dena,” tutur Pangeran Diky.
“Cukup Diky. Kamu ini membuat
malu Ayah. Seharusnya kamu itu menikah dengan Putri Della anak pertama dari
Raja Surya. Sekarang kita lebih baik pulang ke Kerajaan Nedusem,” tutur Raja
Alokris dengan raut muka marah.
Sesampainya di Kerajaan
Nedusem, Raja Alokris memarahi anaknya Pangeran Diky. Tidak hanya itu, Putri
Della menangis di dalam kamarnya di Kerajaan Arukah. Saat pandangan pertama,
Putri Della langsung jatuh cinta dengan Pangeran Diky. Sampai-sampai Putri
Della membuat rencana untuk membunuh adiknya yaitu Putri Dena. Karena ia
beranggapan dengan tewasnya adiknya maka pasti Pangeran Diky akan menikah
dengan Putri Della.
Keesokan harinya, Putri Della
memulai rencananya tersebut. Pada saat makan pagi, ia memasukkan racun pada
makanan Putri Dena. Tetapi, pembantu kerajaan salah untuk memberikan makanan tersebut.
Makanan yang seharusnya untuk Putri Dena malah diberikan kepada Putri Della.
Bahkan, Putri Della tidak tahu kalau makanan di depannya adalah makanan yang Ia
beri racun tadi.
Saat semua sudah selesai makan,
tiba-tiba Putri Della mengalami sakit perut. Raja Surya pun menyuruh prajurit
untuk memanggil tabib. Setelah diperiksa oleh tabib, Putri Della dinyatakan
meninggal dunia karena di dalam perutnya terdapat racun yang membuat
organ-organ dalam Putri Della rusak.
Kematian Putri Della didengar
oleh Raja Alokris. Raja beserta Pangeran Diky pergi ke Kerajaan Arukah untuk
melihat kondisi yang sebenarnya. Raja Alokris benar-benar tidak percaya, kalau
Putri Della bisa meninggal secepat ini.
Kematian Putri Della membuat
kondisi Kerajaan Arukah menjadi tidak stabil. Raja Alokris punya ide untuk
menstabilkan kondisi Kerajaan Arukah, yaitu dengan menikahkan Pangeran Diky
dengan Putri Dena. Karena denga menikahnya Pangeran Diky dengan Putri Dena
dapat menjadikan kerjasama Kerajaan Nedusem dengan Kerajaan Arukah menjadi
erat. Sehingga Keraajaan Arukah dapat stabil kembali. Tidak hanya itu Pangeran
Diky memang sudah jatuh cinta pada Putri Dena. Putri Dena juga ternyata jatuh
cinta pada Pangeran Diky.
“Kalian berdua besok akan
menikah. Maka dari itu kalian harus istirahat penuh agar besok kalian tidak
sakit,” tutur Raja Alokris.
“Baik, Yah,” jawab Pangeran
Diky.
Keesokan paginya, acara
pernikahan siap dimulai. Pangeran Diky mengenakan pakaian khas Kerajaan Nedusem
dan Putri Dena mengenakan pakaian khas Kerajaan Arukah.
“Bagaimana kalian sudah siap
untuk menikah?”, tanya Raja Surya.
“Kami selalu siap,” jawab
Pangeran Diky dengan mantap.
Acara pernikahan pun dimulai.
Pangeran Diky akhirnya resmi menikah dengan Putri Dena.
Mereka berdua akhinya hidup
bahagia dan memiliki 3 keturunan. Tidak hanya itu, Kerajaan Nedusem dengan
Kerajaan Arukah bergabung menjadi satu kerajaan yaitu Kerajaan Nerukah dan
menjadi kerjaan paling makmur di dunia.
Cerita yang terinspirasi dari dua teman saya di kelas
BalasHapus